Mata Uang Rasulullah (Islam)

Salah satu benda sejarah yang membuat saya cukup terkesan lainnya, tatkala city tour di museum Turki Madinah adalah keberadaan koin Dinar Byzantium dan Dirham Sasanid. Koin dinar masih terlihat kuning keemasan, sebagaimana layaknya emas yang tidak akan berkarat oleh zaman. Sedangkan uang dirham sudah nampak kehitaman. Mungkin karena sudah terkena korosi.

Keterangan yang menjelaskan di bawah Dinar dan Dirham tersebut yang membuat saya semakian terperangah. Dalam keterangan tersebut menjelaskan Dinar Byzanthium yang digunakan di Madinah zaman Rasulullah. Sedangkan yang lain menjelaskan Koin Dinar dan Dirham Islam yang digunakan di Madinah selama pemerintahan Ummayyah, Abbasiyyah dan Fatimiyah. Subhanalloh… Keberadaan Dinar dan Dirham tersebut menjelaskan dengan jelas sudah sejak zaman Rasulullah sistem moneter (keuangan) di atur secara khusus oleh Islam.Continue reading

Sebenarnya, Boleh Gak Sih Menonton Film Porno?

Film porno adalah gambar bergerak yang bertujuan untuk membangkitkan nafsu seksual penontonnya yang umumnya menampilkan adegan aktivitas seksual. Film porno secara umum dibagi dua kategori, softcore dan hardcore. Softcore adalah yang tidak menampilkan adegan seksual secara vulgar (misal penetrasi), sedang hardcore menampilkan secara vulgar. Film porno dijualbelikan dan disewakan dalam bentuk DVD, dipertunjukkan lewat internet, atau saluran TV khusus, layanan bayar tiap nonton (pay-per-view) lewat kabel dan satelit, juga lewat bioskop dewasa. (en.wikipedia.org).Continue reading

Bolehkah anak yang belum disunat/dikhitan masuk masjid dan ikut solat dengan orang tuanya? Dan bagaimana bacaan Imam tatakala ada anak kecil?

Bolehkah anak yang belum disunat/dikhitan masuk masjid dan ikut solat dengan orang tuanya? Dan bagaimana anak-wudhubacaan Imam tatakala ada anak kecil?

_*Pertama:*_ Dibolehkan membawa anak kecil masuk ke dalam masjid, walaupun belum disunat.

_*Kedua:*_ Berikut hadits-hadits yang menunjukkan hukum di atas:

عن أبي قَتَادَةَ رضي الله عنه: بَيْنَا نَحْنُ فِي الْمَسْجِدِ جُلُوسٌ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْمِلُ أُمَامَةَ بِنْتَ أَبِي الْعَاصِ بْنِ الرَّبِيعِ وَأُمُّهَا زَيْنَبُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ صَبِيَّةٌ يَحْمِلُهَا عَلَى عَاتِقِهِ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ عَلَى عَاتِقِهِ يَضَعُهَا إِذَا رَكَعَ وَيُعِيدُهَا إِذَا قَامَ حَتَّى قَضَى صَلَاتَهُ يَفْعَلُ ذَلِكَ بِهَا [ أبو داود 783 و النسائي 704 و صححه الألباني ]

Abu Qotadah radhiallahu ‘anhu mengatakan: Ketika kami sedang duduk-duduk di masjid, Rosulullah _shallallahu alaihi wasallam_ muncul ke arah kami sambil menggendong Umamah binti Abil Ash, -ibunya adalah Zainab binti Rosulullah _shallallahu alaihi wasallam_, ketika itu Umamah masih kecil (belum disapih)-, beliau menggendongnya di atas pundak, kemudian Rosulullah _shallallahu alaihi wasallam_ mengerjakan sholat, sedang Umamah masih di atas pundak beliau, apabila ruku’ beliau meletakkan Umamah, dan apabila berdiri beliau menggendongnya kembali, beliau melakukan yang demikian itu hingga selesai sholatnya.

عَن أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ مَعَ أُمِّهِ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَيَقْرَأُ بِالسُّورَةِ الْخَفِيفَةِ أَوْ بِالسُّورَةِ الْقَصِيرَةِ [ مسلم 722]

Anas radhiallahu ‘anhu mengatakan: Rosulullah _shallallahu alaihi wasallam_ pernah mendengar tangisan seorang anak kecil bersama ibunya, sedang beliau dalam keadaan sholat, karena itu beliau membaca surat yang ringan, atau surat yang pendek.Continue reading